Audiensi Media Lokal Bersama Dinas CIKASDA Bahas Isu Strategis

CIKASDA NEWS –  Palu, Sulawesi Tengah Jumat, 9 Mei 2025 Sejumlah perwakilan media lokal melakukan audiensi dengan Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (CIKASDA) Provinsi Sulawesi Tengah pada Pertemuan yang berlangsung di Ruang PPID Dinas CIKASDA ini bertujuan untuk mempererat sinergi antara pemerintah dan media dalam penyebaran informasi publik.
Hadir dalam audiensi tersebut perwakilan dari:
Filesulawesi.com: Rizal
Media Mercusuar: Rustam
Metro Sulawesi: Mikel
Rajawali Net: Revol
Tribun Palu: Robbit
Kepala Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (CIKASDA) Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Andi Ruly Djanggola, SE., M.Si., menerima audiensi dari sejumlah perwakilan media lokal. Pertemuan yang berlangsung di Ruang PPID Dinas CIKASDA ini membahas beberapa isu strategis yang menjadi perhatian publik, antara lain progres pembangunan Masjid Raya Baitul Khairaat, dugaan rekomendasi teknis palsu oleh PT. BTIIG, dan aktivitas penambangan pasir ilegal di daerah irigasi Tada, Kabupaten Parigi Moutong Audiensi yang dilakukan oleh awak media terkait kepastian penyelesaian pembangunan mesjid raya, kisruh rekomendasi teknis palsu oleh PT. BTIIG terkait pengambilan air di irigasi karopa dan penambangan pasit ilegal di daerah irigasi tada kabupaten parigi moutong.

 
Dari pertemuan tsb, kadis Cikasda menyampaikan bahwa terkait progres pembangunan mesjid direncanakan selesai dibulan september 2025 karena ada adendum kontrak atas item pekerjaan baru yg memerlukan proses finishing yang baik. Selanjutnya, terkait masalah demo masyarakat petani di desa karaopa Gubernur telah menyurati PT. BTIIG utk menghentikan pembangunan instalasi air yg mengambil air di bendung karopa krn belum ada rekomendasi teknis dri pihak Cikasda, adapun rekomtek yg beredar dipastikan palu dan kadis cikasda tgl 6 mei telah menyurat ke dinas ptsp sulteng utk mencabut izin rekomendasi teknis tersebut dalam sistem oss.
Terakhir kadis cikasda menghimbau kepada pengusaha tambang utk menghentikan penambangan pasir di daerah irigasi tada karena akan dapat mengancam bangunan bendung irigasi tada yang dibangun utk mendukung program swasembada pangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *