DIHADAPAN MENKO AHY, GUBERNUR SULAWESI TENGAH USULKAN INFRASTRUKTUR IRIGASI UNTUK SWASEMBADA PANGAN.

CIKASDA NEWS – Mengawali kunjungan kerja Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Provinsi Sulawesi Tengah dilakukan Pertemuan di Ruangan Polibu Kantor Gubernur. Pemaparan Usulan Program Prioritas Infrastruktur untuk Percepatan Pembangunan di Provinsi Sulawesi Tengah disampaikan langsung oleh Bapak Gubernur Sulawesi Tengah Dr. Anwar Hafid, M.Si untuk penyamaan visi dan program antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Selain pemaparan terkait konektivitas antar wilayah, juga yang tidak kalah penting usulan terkait program Irigasi untuk mendukung Swasembada Pangan, yang juga merupakan Program Nasional Asta Cita Bapak Presiden RI.

Dalam paparan di hadapan Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Gubernur Anwar Hafid menyebutkan 5 (lima) lokasi prioritas Daerah Irigasi yang sebelumnya Dokumen Perencanaan dan beberapa Readiness Criteria (RC) telah selesai disusun dan telah beberapa kali diusulkan untuk segera ditangani oleh Pemerintah Pusat tapi sampai saat ini belum terealisasi. Gubernur pun optimis cita-cita swasembada pangan dalam bingkai BERANI Panen Raya dengan target produksi padi mencapai 6 ton per hektar akan terwujud, apabila beberapa usulan segera ditangani.

1.      DI. KODINA Kab. Poso

Pembangunan bendung Kodina sempat dimulai tahun 1996, tapi terhenti akibat kerusuhan. Hingga kini, 45 km saluran irigasi belum selesai dibangun.

Padahal, wilayah ini punya potensi besar: bisa melayani 5.500 hektare lahan di 13 desa jika irigasi berfungsi penuh. Akibat ketersediaan air irigasi yang sangat minim, banyak lahan sawah mengalami alih fungsi ke perkebunan.

Sebagian besar warga di wilayah irigasi Kodina menggantungkan hidup pada pertanian. Tapi lahan mereka hanya mengandalkan tadah hujan, panen padi pun hanya sekali setahun, hasilnya 1 sampai 1,5 ton per hektar.

2.      DI. BINSIL Kab. Banggai

Salah satu Potensi Irigasi baru yaitu Irigasi Binsil, yang direncanakan dibangun di Kecamatan Bualemo, Kabupaten Banggai, mencakup empat desa.

Irigasi Binsil akan memanfaatkan Sungai Malik dengan debit rencana 3 m³/detik dari potensi debit sungai sekitar 9 m³/detik, dengan Luas Total Layanan Irigasi teknis seluas 1.200 hektare.

3.      DI. MEKO Kab. Poso

Direncanakan pembangunan Irigasi Meko dengan potensi layanan hingga 2.300 hektare. Wilayah ini mencakup lima desa, mayoritas warganya bertani dan berkebun, menghasilkan durian dan kakao sebagai komoditas unggulan.

Rencana teknis mencakup Pembangunan saluran pembawa sepanjang 27 km, saluran pembuang 7 km, serta puluhan bangunan pengatur dan pelengkap, yang saat ini belum direalisasikan pembangunannya.

Dengan iklim dan tanah yang mendukung, hasil panen saat ini masih terbatas. Tapi jika irigasi Meko terbangun, ekonomi masyarakat diproyeksikan tumbuh pesat.

4.      DI. KARAOPA Kab. Morowali

Daerah irigasi karaopa berlokasi di kabupaten morowali berada dekat dengan Kawasan industri, sehingga sangat dibutuhkan untuk menjamin pasokan pangan untuk pekerja yang ada.

Tahun 2018 telah selesai dilaksanakan studi untuk pengembangan areal yang sebelumnya melayani 2400 ha bertambah menjadi 3200 ha. Sehingga dibutuhkan peningkatan saluran irigasi eksisting untuk penambahan luas area tanam tersebut.

5.      DI. SAUSU-TORUE Kab. Parigi Moutong

Daerah irigasi sausu merupakan irigasi teknis kewenangan pemerintah pusat dan Daerah Irigasi Torue adalah irigasi teknis kewenangan Pemerintah Provinsi.

Lokasi Kedua Irigasi tersebut berada di salah satu sentra produksi padi di kabupaten Parigi moutong dengan luas hamparan sawah total adalah 10.475 ha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *