Padat Karya Berbasis Data, e-Padungku 2.0 Perkuat Verifikasi Penerima Manfaat

Cikasda News – Program padat karya bukan hanya soal pekerjaan fisik di lapangan. Di balik kegiatan tersebut, ada tujuan yang lebih besar, yaitu memastikan masyarakat miskin dan rentan benar-benar memperoleh kesempatan kerja serta manfaat ekonomi dari pembangunan.

Untuk memperkuat ketepatan sasaran tersebut, Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air Provinsi Sulawesi Tengah mengembangkan e-Padungku 2.0 atau Padat Karya untuk Angka Kemiskinan Ekstrem Turun. Inovasi ini menjadi sistem digital untuk membantu verifikasi calon penerima manfaat program padat karya secara lebih cepat, transparan, dan berbasis data resmi.

Kata “Padungku” berasal dari Bahasa Kaili yang berarti saling membantu. Semangat inilah yang menjadi dasar pengembangan e-Padungku 2.0, yaitu menghadirkan sistem yang tidak hanya mendukung administrasi program, tetapi juga memastikan bantuan dan peluang kerja menyentuh keluarga yang paling membutuhkan.

Melalui e-Padungku 2.0, proses verifikasi calon tenaga kerja padat karya dapat dilakukan secara digital menggunakan basis data DTSEN 2025. Pengguna dapat menelusuri data berdasarkan NIK, nama, desa, kecamatan, kabupaten/kota, maupun desil. Dengan cara ini, pelaksana program dapat memastikan bahwa tenaga kerja yang direkrut benar-benar berasal dari kelompok sasaran, terutama keluarga Desil 1 yang menjadi prioritas dalam penghapusan kemiskinan ekstrem.

Sistem ini juga dilengkapi dashboard statistik kemiskinan per wilayah, sehingga data tidak hanya digunakan untuk verifikasi, tetapi juga menjadi bahan analisis dan pengambilan keputusan. Pemerintah daerah, petugas lapangan, PPK, maupun kontraktor dapat memperoleh informasi yang lebih cepat dan terstandar dalam mendukung pelaksanaan program padat karya.

Berbeda dari sistem sebelumnya yang masih terbatas pada wilayah tertentu, e-Padungku 2.0 dirancang untuk menjangkau seluruh wilayah Provinsi Sulawesi Tengah. Dengan cakupan data keluarga Desil 1 hingga Desil 5, sistem ini menjadi langkah penting dalam membangun tata kelola program padat karya yang lebih terbuka, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain mempercepat proses verifikasi, e-Padungku 2.0 juga mendukung efisiensi administrasi. Proses yang sebelumnya membutuhkan pengecekan manual dan koordinasi panjang kini dapat dilakukan melalui sistem berbasis web. Data hasil verifikasi juga dapat menjadi bukti dukung dalam monitoring, evaluasi, dan penyusunan laporan program.

Melalui inovasi ini, program padat karya diharapkan tidak hanya berjalan sebagai kegiatan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi instrumen nyata dalam meningkatkan pendapatan keluarga miskin ekstrem. Setiap pekerjaan yang dibuka melalui program padat karya diharapkan dapat memberi dampak langsung bagi masyarakat yang paling membutuhkan.

Ke depan, e-Padungku 2.0 diharapkan terus dikembangkan sebagai platform verifikasi data penerima manfaat yang inklusif, akuntabel, dan mudah digunakan oleh berbagai pemangku kepentingan. Dengan data yang lebih tertata, keputusan dapat dibuat lebih tepat, pelaksanaan program lebih transparan, dan upaya penghapusan kemiskinan ekstrem di Sulawesi Tengah dapat berjalan lebih terarah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *