Digitalisasi monitoring Debit Air Irigasi melalui inovasi MOROMPA pada UPT PSDA Wilayah II Dinas CIKASDA

Cikasda News – UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah II, Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air Provinsi Sulawesi Tengah, terus mendorong digitalisasi pengelolaan irigasi melalui pelaksanaan inovasi MOROMPA. Inovasi ini dikembangkan sebagai sistem monitoring debit air irigasi berbasis website untuk membantu petugas lapangan dalam melakukan pencatatan, pelaporan, dan pemantauan debit air secara lebih cepat, tertib, dan terukur.

Setelah melalui tahapan sosialisasi dan bimbingan teknis kepada petugas Operasi dan Pemeliharaan, MOROMPA mulai dilaksanakan di lapangan pada dua daerah irigasi, yaitu Daerah Irigasi Gintu dan Daerah Irigasi Waru-Lamala. Pelaksanaan ini menjadi langkah awal dalam penerapan sistem digital untuk mendukung pemantauan kondisi debit air pada jaringan irigasi secara lebih efektif.

Melalui MOROMPA, petugas dapat menginput data debit air harian secara digital menggunakan perangkat berbasis web, baik melalui telepon genggam maupun laptop. Data yang diinput oleh petugas kemudian dapat dipantau melalui dashboard sistem, sehingga memudahkan pengelola dalam melihat perkembangan debit air pada titik-titik pantau yang telah ditentukan. Sistem ini juga mendukung pengelolaan data oleh beberapa level pengguna, mulai dari admin dinas, pengamat atau juru pengairan, hingga petugas pintu air.

Berdasarkan hasil monitoring, pelaksanaan MOROMPA menunjukkan capaian yang positif. Kontinuitas input harian mencapai 92 persen dengan status sangat baik, ketepatan waktu input rata-rata dilakukan pada pukul 08.45 WITA, cakupan bangunan terpantau pada 10 dari 12 titik pantau di D.I Waru-Lamala dan 8 dari 10 titik pantau di D.I Gintu, serta ketersediaan jaringan sistem mencapai 97,8 persen uptime. Capaian ini menunjukkan bahwa MOROMPA mampu mendukung proses monitoring debit air secara lebih tertib dan berkelanjutan di lapangan.

Selain itu, hasil evaluasi menunjukkan bahwa petugas memberikan respons positif terhadap penggunaan MOROMPA. Sistem dinilai mudah diakses melalui perangkat digital, memiliki tampilan yang mudah dipahami, serta mempercepat proses pengisian data dibandingkan metode pelaporan manual. Petugas juga menyampaikan masukan agar sistem terus dipertahankan dan dikembangkan, termasuk peningkatan kapasitas unggahan foto dokumentasi untuk mendukung kelengkapan laporan lapangan.

Penerapan MOROMPA di D.I. Gintu dan D.I. Waru-Lamala menjadi bentuk komitmen UPT PSDA Wilayah II dalam memperkuat tata kelola data irigasi berbasis digital. Dengan adanya sistem monitoring debit air yang lebih terstruktur, data lapangan dapat terdokumentasi dengan baik, mudah dipantau, serta menjadi dasar dalam mendukung pengambilan keputusan operasional irigasi.

Ke depan, MOROMPA diharapkan dapat terus dikembangkan dan direplikasi pada daerah irigasi lainnya di wilayah kerja UPT PSDA Wilayah II dan maupun di daerah irigasi kewenangan kabupaten. Pengembangan ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan pengelolaan sumber daya air yang lebih modern, adaptif, dan berbasis data.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *