Inovasi KAILI Diterapkan di D.I. Saroso-Karongkasa dan D.I. Gintu sebagai Layanan Penyimpanan Cloud Dokumentasi Kegiatan Lapangan OP Irigasi
PPID | Diposting pada |

Cikasda News – UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah II, Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air Provinsi Sulawesi Tengah, terus mendorong transformasi digital dalam pengelolaan dokumentasi kegiatan lapangan melalui inovasi KAILI atau Katalog Aktivitas dan Informasi Petugas Lapangan Irigasi.
Inovasi ini hadir sebagai layanan penyimpanan berbasis cloud yang memudahkan petugas dalam menyimpan, mengelola, dan mengakses kembali dokumentasi kegiatan lapangan secara lebih tertib dan terintegrasi. Sebelumnya, data dokumentasi seperti foto kegiatan, dokumen pendukung, maupun bukti aktivitas harian masih banyak tersimpan secara tidak teratur di galeri handphone, grup WhatsApp, laptop pribadi, maupun folder yang terpisah-pisah. Kondisi tersebut sering menyulitkan petugas saat membutuhkan kembali dokumentasi untuk penyusunan laporan.
Melalui KAILI, seluruh dokumentasi kegiatan dapat disimpan dalam satu sistem digital yang lebih rapi, aman, dan mudah dicari kembali. Setiap dokumentasi yang diunggah dapat menjadi arsip kegiatan lapangan yang sewaktu-waktu dapat digunakan dan diunduh kembali sebagai bahan penyusunan laporan aktivitas harian, laporan kinerja, maupun laporan SKP atau Sasaran Kinerja Pegawai.
Setelah melalui tahapan sosialisasi dan pengenalan penggunaan sistem, inovasi KAILI telah dilaksanakan di lapangan pada Daerah Irigasi Saroso-Karongkasa dan Daerah Irigasi Gintu, Kabupaten Poso. Pelaksanaan ini menjadi langkah awal dalam membangun budaya dokumentasi digital bagi petugas lapangan, khususnya dalam mendukung kegiatan Operasi dan Pemeliharaan jaringan irigasi di wilayah kerja UPT PSDA Wilayah II.
Dengan adanya KAILI, petugas dapat mengunggah dokumentasi kegiatan secara langsung melalui perangkat digital seperti handphone atau laptop. Dokumentasi tersebut kemudian tersimpan dalam basis data berbasis cloud, sehingga tidak hanya menjadi arsip pribadi, tetapi juga menjadi data dukung organisasi yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan administrasi, evaluasi, pelaporan, dan penilaian kinerja.
Penerapan KAILI di D.I. Saroso-Karongkasa dan D.I. Gintu diharapkan mampu menjawab permasalahan dokumentasi kegiatan lapangan yang selama ini belum tersusun secara sistematis. Inovasi ini juga membantu petugas mengurangi risiko kehilangan data akibat kerusakan perangkat, file terhapus, atau dokumentasi yang tercecer di berbagai media penyimpanan.
Selain memberikan kemudahan bagi petugas, KAILI juga mendukung peningkatan akuntabilitas kinerja ASN. Dokumentasi kegiatan yang tersimpan secara digital dapat menjadi bukti dukung yang lebih tertata, mudah diverifikasi, dan siap digunakan ketika dibutuhkan. Hal ini sejalan dengan kebutuhan penyusunan laporan kinerja yang menuntut data dan bukti kegiatan yang jelas, lengkap, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Ke depan, inovasi KAILI diharapkan dapat terus dikembangkan dan direplikasi secara lebih luas, tidak hanya pada daerah irigasi kewenangan provinsi, tetapi juga hingga ke daerah irigasi kewenangan kabupaten. Dengan perluasan tersebut, KAILI diharapkan dapat menjadi layanan penyimpanan dokumentasi lapangan yang terintegrasi untuk mendukung tertib administrasi, penguatan data kegiatan, serta peningkatan kualitas pelaporan kinerja di bidang sumber daya air.
Melalui inovasi ini, UPT PSDA Wilayah II menunjukkan komitmen dalam mendorong digitalisasi kerja lapangan yang sederhana, bermanfaat, dan berkelanjutan. KAILI bukan hanya menjadi tempat penyimpanan dokumentasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun sistem kerja yang lebih modern, tertib, dan akuntabel.






Tinggalkan Balasan