Dorong Transparansi Pengadaan, CIKASDA Gelar Market Sounding E-Purchasing Konstruksi
PPID | Diposting pada |

CIKASDA NEWS – Dalam upaya meningkatkan transparansi dan efisiensi pengadaan, Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (CIKASDA) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar kegiatan Market Sounding E-Purchasing Konstruksi pada Senin, 26 Mei 2025. Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat CIKASDA, Lantai 1, Jl. Prof. Moh. Yamin No. 33, Kota Palu, dan dihadiri oleh pejabat teknis, pengelola pengadaan, serta para penyedia jasa konstruksi.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh para pejabat Eselon III dan IV, pejabat fungsional, serta Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air Provinsi Sulawesi Tengah. Hadir pula Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi Sulawesi Tengah, Inspektur Inspektorat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, serta perwakilan dari asosiasi penyedia jasa konstruksi, yaitu Pimpinan GAPENSI Wilayah Sulawesi Tengah, ASTEKINDO Wilayah Sulawesi Tengah, dan ASPEKNAS Wilayah Sulawesi Tengah. Tak ketinggalan, kegiatan ini juga diikuti oleh pimpinan dan direksi perusahaan penyedia jasa konstruksi yang telah maupun akan berpartisipasi dalam proses E-Purchasing.
Rapat dibuka oleh Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan dan Bangunan Gedung (PLBG), Ir. Teguh Haryono, ST., MM, yang menyampaikan pentingnya pendekatan market sounding untuk menjaring informasi ketersediaan penyedia dan produk konstruksi pada sistem E-Katalog terbaru. Ia menekankan bahwa katalog elektronik kini telah beralih dari versi 5 ke versi 6, dengan sejumlah perubahan signifikan, termasuk dihapusnya etalase berbasis wilayah.
“Saat ini, etalase konstruksi versi 6 hanya tersedia di Sulbar dan Sulsel. Partisipasi penyedia masih rendah. Kita perlu memastikan apakah pengadaan bisa tetap dilakukan lintas provinsi dan menunggu pedoman resmi soal perbedaan nilai TKDN,” ungkap Teguh.
Sementara itu, Muhammad Yasser, ST., M.Eng, selaku PPTK PLBG, menyatakan bahwa market sounding menjadi langkah strategis untuk mengenalkan rencana pengadaan sekaligus menilai kesiapan pasar. Ia mengimbau penyedia untuk memanfaatkan aplikasi SiRUP dan segera menyesuaikan dengan sistem katalog terbaru.
Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi Sulteng turut menyampaikan bahwa dokumen penyedia yang belum sempurna masih bisa diperbaiki selama proses evaluasi berlangsung. Ia menegaskan pentingnya SBU dan spesifikasi teknis yang tepat, serta menyampaikan bahwa sistem versi 6 kini lebih ketat dengan verifikasi identitas dan tanda tangan digital.
Kemudian, PPTK AMPLP (Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman) Dinas CIKASDA menjelaskan bahwa dua paket pekerjaan pembangunan sistem drainase dan pengelolaan air limbah domestik masih mengacu pada katalog versi 5 dengan etalase sektoral sesuai klasifikasi.
Di sisi lain, para penyedia jasa konstruksi menyampaikan beberapa aspirasi, termasuk permintaan pelatihan penggunaan E-Katalog, pendampingan teknis, serta kejelasan harga dan prosedur penghitungan TKDN dalam etalase konstruksi.
Dengan adanya forum ini, CIKASDA berharap sistem pengadaan konstruksi melalui E-Purchasing dapat berjalan lebih transparan, akuntabel, dan responsif terhadap dinamika pasar.





Tinggalkan Balasan